Beranda > Katekese Umum > Dari Katekismus Gereja Katolik Mengenai Tritunggal Mahakudus

Dari Katekismus Gereja Katolik Mengenai Tritunggal Mahakudus

III. Tritunggal Mahakudus dalam Ajaran Iman

Pembentukan Dogma tentang Trinitas

249 Kebenaran wahyu mengenai Tritunggal Mahakudus, sejak awal adalah dasar pokok iman Gereja yang hidup, terutama karena Pembaptisan. Ia terungkap dalam syahadat Pembaptisan yang dirumuskan dalam khotbah, katekese, dan doa Gereja. Rumusan-rumusan yang demikian itu sudah ada dalam tulisan-tulisan para Rasul, seperti salam yang diambil alih ke dalam perayaan Ekaristi: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2 Kor 13:13)2.

250 Selama abad-abad pertama Gereja berusaha merumuskan iman Tritunggal dengan lebih rinci, untuk memperdalam pengertian iman dan untuk membelanya melawan ajaran yang menyesatkan. Itulah karya konsili-konsili pertama yang ditopang oleh karya teologis dari para bapa Gereja dan didukung oleh kesadaran iman umat Kristen.

251 Untuk merumuskan dogma Tritunggal, Gereja harus mengembangkan terminologi yang tepat dengan bantuan istilah-istilah filsafat – “substansi”, “pribadi” atau “hupostasis”, “hubungan”. Dengan demikian ia tidak menaklukkan iman kepada kebijaksanaan manusiawi, tetapi memberi kepada istilah-istilah itu satu arti baru yang belum diketahui sebelumnya, sehingga mereka mampu mengungkapkan misteri yang tak terucapkan itu, yang “jauh melampaui segala sesuatu yang kita mengerti dengan cara manusiawi” (SPF 2).

252 Gereja mempergunakan gagasan “substansi” (kadang-kadang diterjemahkan juga dengan “hakikat” atau “kodrat”) untuk menyatakan kodrat ilahi dalam kesatuannya; gagasan “pribadi” atau “hupostasis” untuk menyatakan Bapa, Putera, dan Roh Kudus dalam perbedaan-Nya yang real satu dari yang lain; gagasan “hubungan” untuk mengatakan bahwa perbedaannya terletak dalam hubungan timbal balik antara ketiganya

 

Dogma tentang Tritunggal Mahakudus

253 Tritunggal adalah satu. Kita tidak mengakui tiga Allah, tetapi satu Allah dalam tiga Pribadi: “Tritunggal yang sehakikat” (Konsili Konstantinopel 1155: DS 421). Pribadi-pribadi ilahi tidak membagi-bagi ke-Allah-an yang satu itu di antara mereka, tetapi masing-masing dari mereka adalah Allah sepenuhnya dan seluruhnya: “Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa. Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah menurut kodrat” (Sinode Toledo XI 675: DS 530). “Tiap-tiap dari ketiga Pribadi itu merupakan kenyataan itu, yakni substansi, hakikat, atau kodrat ilahi” (K. Lateran IV 1215: DS 804).

254 Ketiga Pribadi ilahi berbeda secara real satu dengan yang lain. Allah yang satu bukanlah “seakan-akan sendirian” (Fides Damasi: DS 71). “Bapa”, “Putera”, “Roh Kudus”, bukanlah hanya nama-nama yang menyatakan cara-cara berada berbeda dari hakikat ilahi, karena mereka secara real berbeda satu dengan yang lain: “Bapa tidak sama dengan Putera, Putera tidak sama dengan Bapa, Roh Kudus tidak sama dengan Bapa dan Putera” (Sin. Toledo XI 675: DS 530). Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah “Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan” (K. Lateran IV 1215: DS 804). Kesatuan ilahi bersifat tritunggal.

255 Ketiga Pribadi ilahi berhubungan satu dengan yang lain. Karena perbedaan real antar Pribadi itu tidak membagi kesatuan ilahi, maka perbedaan itu hanya terdapat dalam hubungan timbal balik: “Dengan nama-nama pribadi, yang menyatakan satu hubungan, maka Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dihubungkan dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya: Walaupun mereka dinamakan tiga Pribadi seturut hubungan mereka, namun mereka adalah satu hakikat atau substansi, demikian iman kita” (Sin.Toledo XI 675: DS 528). Dalam mereka “segala-galanya… satu, sejauh tidak ada perlawanan seturut hubungan” (K. Firenze 1442: DS 1330). “Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus seluruhnya ada dalam Bapa, seluruhnya ada dalam Putera” (ibid., DS 1331

256 Santo Gregorius dari Nasiansa, yang dinamakan juga “sang teolog”, menyampaikan rumusan berikut tentang iman Tritunggal kepada para katekumen Konstantinopel:

“Peliharalah terutama warisan yang baik ini, untuknya aku hidup dan berjuang, dengannya Aku mau mati dan yang menyanggupkan aku memikul segala kemalangan dan menolak segala hiburan: ialah pengakuan iman akan Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Aku mempercayakannya hari ini kepada kalian. Di dalam pengakuan itu aku akan mencelupkan kamu pada saat ini ke dalam air dan mengangkat kembali dari dalamnya. Aku memberikan pengakuan itu kepada kalian sebagai pendamping dan pengawal seluruh kehidupan kalian. Aku memberikan kepada kalian ke-Allah-an dan kekuasaan yang satu, yang sebagai satu berada dalam tiga dan mencakup Ketiga itu atas cara yang berbeda-beda. Satu ke-Allahan tanpa ketidaksamaan menurut substansi atau hakikat, tanpa derajat lebih tinggi yang meninggikan atau derajat lebih rendah yang merendahkan … Itulah kesamaan hakikat yang tidak terbatas dari Ketiga yang tidak terbatas. Allah seluruhnya, tiap-tiapnya dilihat dalam diri sendiri … Allah sebagai yang tiga dilihat bersama-sama … Baru saja aku mulai memikirkan kesatuan, muncullah sudah Tritunggal dalam kemegahan-Nya. Baru saja aku mulai memikirkan Tritungggal, langsung saya disilaukan kesatuan” (or. 40, 41).

IV Karya-karya Allah dan Pengutusan-pengutusan Trinitaris

257 “O Cahaya yang membahagiakan, Tritunggal dan Kesatuan asli” (LH Madah “O lux beata, Trinitas”). Allah adalah kebahagiaan abadi, kehidupan yang tidak dapat mati, cahaya yang tidak …pernah pudar. Allah adalah cinta: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Karena kehendak bebas, Allah hendak menyampaikan kemuliaan kehidupan-Nya yang bahagia. Inilah “keputusan belas kasihan”, yang telah Ia ambil dalam Putera kekasih-Nya sebelum penciptaan dunia. “Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya” (Ef 1:5), artinya “menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya” (Rm 8:29), berkat “Roh yang menjadikan kamu anak Allah” (Rm 8:15). Rencana ini adalah “kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita sebelum permulaan zaman” (2 Tim 1:9) dan yang langsung berasal dari cinta trinitaris. Rencana itu dilaksanakan dalam karya penciptaan, dalam seluruh sejarah keselamatan setelah manusia berdosa, dalam pengutusan-pengutusan Putera dan Roh Kudus yang dilanjutkan dalam pengutusan Gereja.

258 Seluruh karya ilahi adalah karya bersama ketiga Pribadi ilahi. Sebagaimana Tritunggal mempunyai kodrat yang satu dan sama, demikian juga Ia hanya memiliki kegiatan yang satu dan sama. “Bapa, Putera, dan Roh Kudus bukanlah tiga pangkal ciptaan, melainkan satu pangkal” (Konsili Firense 1442: DS 1331). Walaupun demikian, `tiap Pribadi ilahi melaksanakan karya bersama itu sesuai dengan kekhususan Pribadi. Seturut Perjanjian Baru Gereja mengakui: “Satu Allah dan Bapa, dari-Nya segala sesuatu, satu Tuhan Yesus Kristus, oleh-Nya segala sesuatu, dan satu Roh Kudus, di dalam-Nya segala sesuatu berada” (Konsili Konstantinopel 11553: DS 421). Terutama pengutusan-pengutusan ilahi, penjelmaan menjadi manusia dan pemberian Roh Kudus menyatakan kekhususan Pribadi-pribadi ilahi itu.

259 Sebagai karya yang serentak bersama dan pribadi, maka kegiatan ilahi menyatakan, baik kekhususan Pribadi-pribadi maupun kodrat-Nya yang satu. Karena itu, seluruh kehidupan Kristen berada dalam persekutuan dengan tiap Pribadi ilahi, tanpa memisah-misahkan mereka. Siapa yang memuja Bapa, melakukannya melalui Putera dalam Roh Kudus; siapa yang mengikuti Kristus, melakukannya karena Bapa menariknya dan Roh menggerakkannya.

260 Tujuan akhir seluruh kegiatan ilahi ialah penerimaan makhluk ciptaan ke dalam persatuan sempurna dengan Tritunggal yang bahagia. Tetapi sejak sekarang ini kita sudah dipanggil untuk menjadi tempat tinggal Tritunggal Mahakudus. Tuhan mengatakan: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yoh 14:23).

“O Allahku, Tritunggal, yang aku sembah, bantulah aku, melupakan diri sehabis-habisnya, supaya tertanam di dalam Engkau, tidak tergoyangkan dan tenteram, seakan-akan jiwaku sudah bermukim dalam keabadian. Semoga tak sesuatu pun dapat mengganggu kedamaianku, membujuk aku keluar dari Dikau, O Engkau yang tidak dapat berubah; semoga setiap saat Engkau membawa aku masuk lebih jauh ke dalam dasar rahasia-Mu. Puaskanlah jiwaku, bentuklah surga-Mu darinya, tempat tinggal-Mu yang terkasih dan tempat ketenangan-Mu. Aku tidak pernah akan membiarkan Engkau seorang diri di sana, tetapi aku akan hadir sepenuhnya, sepenuhnya sadar dalam iman, sepenuhnya penyembahan, sepenuhnya penyerahan kepada karya-Mu yang menciptakan … ” (Elisabeth dari Tritunggal, Doa).

 

TEKS-TEKS SINGKAT

261 Misteri Tritunggal Mahakudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Hanya Allah dapat memberitahukan misteri itu kepada kita, dengan mewahyukan Diri sebagai Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

262 Inkarnasi Putera Allah mewahyukan bahwa Allah adalah Bapa abadi dan bahwa Putera sehakikat dengan Bapa, artinya, bahwa Ia, di dalam Dia dan bersama Dia, adalah Allah yang Esa.

263 Pengutusan Roh Kudus, oleh Bapa atas nama Putera dan oleh Putera “dari Bapa ” (Yoh 15:26), mewahyukan bahwa Ia bersama mereka adalah Allah yang Esa dan sama. Ia “disembah dan dimuliakan bersama Bapa dan Putera “.

264 “Roh Kudus berasal dari Bapa sebagai asal pertama dan karena la tanpa jarak waktu memberikan [daya menjadi asal jugaJ kepada Putera, maka Roh berasal dari Bapa bersama Putera” (Agustinus, Trin. 15,26,47).

265 Oleh rahmat Pembaptisan “atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus” kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus, sekarang di dunia dalam kegelapan iman dan sesudah kematian dalam cahaya abadi.

266 “Iman Katolik berarti bahwa kita menghormati Allah yang Esa dan Tritunggal dalam keesaan, dengan tidak mencampuradukkan Pribadi-Pribadi dan juga tidak memisahkan substansi-Nya: Karena Pribadi Bapa itu khas, Pribadi Putera itu khas, Pribadi Roh Kudus itu khas; tetapi Bapa, Putera, dan Roh Kudus memiliki ke-Allah-an yang Esa, ke muliaan yang sama, keagungan abadi yang sama ” (Simbolum “Quicumque “: DS 75).

267 Tidak terpisahkan dalam keberadaan mereka, Pribadi-pribadi ilahi itu juga tidak terpisahkan dalam apa yang mereka lakukan. Namun di dalam karya ilahi bersama itu, tiap Pribadi Tritunggal menampilkan kekhususan-Nya, terutama dalam pengutusan Ilahi, inkarnasi Putera dan pemberian Roh Kudus.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=219128511440870

Kategori:Katekese Umum
  1. November 27, 2015 pukul 2:08 pm

    Nyuwun sewu Bapak Ibu saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus, saya ingin membagikan pengalaman kesaksian saya mengenai kebenaran trinitas.
    Nama saya: Johanes Sudarsiman.
    Ceritanya pendek saya ketika saya diterangi oleh Roh Kudus mengenai Trinitas adalah sebuah konsep Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia.
    1. Sesuatu yang ada pada awal mula

    Pada awalnya yang ada hanya Roh Tuhan YAHWEH melayang diatas permukaan air (Kejadian: 1:2) dari firman ini disebutkan yang ada hanya Roh Tuhan YAHWEH (tunggal / singular) yang ada didunia pada awal mulanya belum ada yang disebut Putra, hanya Roh Allah saja, silahkan baca dalam King James Version OT: Genesis: 1:2 “And the earth was without form, and void; and darkness was upon the face of the deep. And the Spirit of God moved upon the face of the waters.
    Tuhan yang disembah Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, . . . bangsa Israel Yang bernama YAHWEH seperti dalam Perjanjian Lama: Keluaran 3:13-15, Yehezkiel: 39:7, Mazmur 115:18, Mazmur 146:10, Mazmur 135:1, Mazmur 135:1, Yehezkiel: 39:25, Mazmur 135:13, dan dalam Perjanjian Lama tidak nampak Trinitas.
    2. Awal mula penciptaan Tuhan YAHWEH
    Pada awal pertama Tuhan YAHWEH (Bapa) menciptakan Putra tunggal-Nya (Amsal 8: 22-36)
    Tuhan YAHWEH telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
    Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
    Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, . . . . . . . (P.Lama Amsal 8:22-36)
    Dalam Amsal 8 ini jelas semuanya belum ada manusia dan bumi Tuhan YAHWEH menciptakan Putra Tunggal-NYA terlebih dahulu.
    Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. (P. Lama: Amsal: 3: 19-20)
    Yang dimaksud dengan “Dengan hikmat TUHAN” dan kata “Nya “ disini adalah Putra-NYA yang diciptakan pada awal mulanya kebenaran dalam Amsal ditopang oleh firman dibawah ini.
    Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita (I Korintus: 2:7)
    Kata “hikmat Allah yang tersembunyi “ dan “telah disediakan Allah “ berarti Tuhan YAHWEH yang menyediakan Putra tunggal-NYA
    Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kisah Para Rasul: 2:36)
    Kata-kata “bahwa Allah telah membuat Yesus” ini jelas sekali bahwa yang membuat Yesus adalah BAPA, bukan dari awal mula ada tapi Yesus dibuat oleh Allah dari Roh Kudus baca Lukas 1:35 dan Matius 1:18-20)
    Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. ( P. Baru: I Petrus: 1: 20)

    Kata “Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan “ Siapa yang memilih dan siapa yang dipilih? Tentu saja yang memilih adalah BAPA yang dipilih adalah Putra tunggal-NYA dan yang memilih pasti lebih besar dari yang dipilih, dan silahkan baca dalam I Petrus: 2:4, P. Baru: Roma: 16:25, Yesaya: 28:16.
    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (P. Baru: I Korintus: 8:6)
    Dalam firman I Korintus: 8:6 diatas “hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa” jadi tidak ada yang lainnya, sehingga banyak anggapan dalam kejadian 1:2 adalah sudah unity ? kesatuan antara Bapa dan anak yang ada pada awal mulanya adalah anggapan yang kurang tepat karena tidak ada bukti lain yang menopang firman tersebut, dan anggapan ini bermula dari Perjanjian Baru mengenai Trinitas yang dianggap sebagai konsep ketuhanan kemudian dibawah dengan paksa masuk kedalam Perjanjian Lama sehingga Kejadian 1:2 sudah dianggap unity, kalau kita ingin menganalisa kita harus dari Perjanjian Lama baru ditarik kedalam Perjanjian Baru, disini penulis ingin menegaskan bahwa Trinitas adalah sebuah konsep Tuhan YAHWEH (BAPA) untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa menuju pada kehidupan kekal, hal ini sangat berbeda dengan konsep ketuhanan, konsep ketuhanan adalah konsep yang ada pada awal mulanya yaitu Tuhan yang disembah oleh Abraham, Ishak, Yakub dan . . . .bangsa Israel yang bernama YAHWEH ini sesuai dengan firman dalam Kejadian 1:2, I Korintus: 8:6, karena syatem dalam ketuhanan tidak bertentangan satu firman dengan firman yang lainnya. Tuhan Yesus disebut yang awal (alfa) dan Akhir (omega) karena Roh yang ada pada Tuhan Yesus adalah Roh Kudus yang berasal dari BAPA adalah Roh yang awal dan yang akhir, baca juga mengenai Tuhan itu Esa (tunggal): Ulangan: 6:4, Maleakhi: 2:15, I Timotius: 1:17, I Korintus: 8:4, Yohanes: 5:44, Markus: 12:29, I Timotius: 2:5, Markus: 12:29-30.
    Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
    Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. (Yohanes 5:26-27)
    Dari firman Yohanes 5:26-27 diatas perkataan “…demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. ….” siapa yang memberi hidup dan siapa yang diberi hidup? Jelas dalam firman diatas yang memberi hidup tentu BAPA dan yang diberi hidup tentu Tuhan Yesus yang berarti pula bahwa BAPA yang menciptakan Putra-Nya terlebih dulu dengan demikian firman ini menopang kebenaran akan hikmat dalam Amsal 8: 22-32, dengan demikian system dalam ketuhanan tidak ada yang bertentangan semuanya sejalan karena firman satu dengan lainnya saling menopang.
    Meskipun dalam Amsal yang merupakan hikmat tapi hikmat itu juga pemberian Tuhan karena pengertian, kebijaksanaan , kepandaian, kecerdasan , akal budi, kecerdikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran semuanya berasal dari Roh Tuhan atau Roh Kudus silahkan baca: Yesaya: 11:2, Amsal: 2:6, Efesus: 1:17, Yesaya: 33:6, Mazmur: 111:10, Amsal 4: 8, Pengkhotbah: 12:13-14, I Korintus: 1:30-31, I Raja Raja 3:28, II Tawarikh: 1:11-12, I Raja Raja 4:29, Amsal: 9:10, Ayub 5:13, Daniel: 5:1, I Korintus: 1:24,
    Banyak orang yang menganggap Amsal ini hikmat, tapi dari mana mereka bisa menyebut bahwa “Tuhan YAHWEH telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya. . . . .” padahal belum ada sesuatu yang diciptakan jadi Hikmat ini ditujukan untuk siapa? Tentu saja ditujukan untuk Putra-NYA, inilah HIKMAT YANG TERSEMBUNYI, Yesaya: 11:2 bahwa hikmat berasal dari Roh Tuhan.
    Karena yang dipilih diciptakan-NYA maka yang menciptakan juga lebih besar dari yang diciptakan, kalau begitu kita menyembah BAPA saja daripada menyembah Tuhan Yesus, hal ini tidak mungkin karena ada firman yang berbunyi bahwa seseorang tidak bisa sampai kepada BAPA tanpa melewati Tuhan Yesus (Yohanes: 14:6) dari firman ini nampak bahwa Tuhan Yesus itu menjadi kekal adanya karena firman Matius: 28:18 dan Yohanes: 14:6, jadi seseorang kalau ke BAPA harus melewati Tuhan Yesus karena semua KUASA BAPA telah diberikan kepada Tuhan Yesus, dengan demikian kita menyembah Tuhan Yesus adalah suatu kebenaran yang berasal dari BAPA.
    Mulai dari penciptaan manusia pertama Tuhan YAHWEH tidak tunggal lagi tapi sudah jamak, ini dibuktikan dengan penciptaan manusia pertama, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, . . “ kata kita berarti jamak lebih dari satu (Kejadian 1:26), dari sini Putra-Nya sudah ada tapi belum diberi nama dan masih tersembunyi karena belum diturunkan kedunia.
    3. Konsep Ketuhanan dalam Perjanjian Lama dan konsep Trinitas Perjanjian Baru
    Dalam Perjanjian Lama konsep ketuhanan hanya ada satu Tuhan yaitu Tuhan YAHWEH tidak ada yang lain dan tidak mengenal tiga Tuhan dalam satu pribadi atau tiga pribadi dalam satu hakekat, atau yang disebut Trinitas. Seperti firman dalam Kejadian: 1:2 atau dalam King James Version OT: Genesis: 1:2 pada awal mulanya jelas bahwa firman diatas mengindikasihkan bahwa Tuhan itu Satu sedangkan Putra belum nampak dengan jelas, hanya samar-samar yang ada hanyalah Tuhan YAHWEH seperti firman diatas antara lain Keluaran 3:13-15, Yehezkiel: 39:7, Mazmur 115:18, Yehezkiel: 39:25, Mazmur 135:13. Dan pada penciptaan manusia nampak Tuhan itu jamak seperti dalam firman di Kejadian 1: 26 seperti dibawah ini
    Kata “kita” menunjukan arti jamak (plural) lebih dari satu sedangkan dalam Kejadian 1:2 disini yang ada hanya Roh Allah saja tidak ada yang lain dan tunggal adanya sedangkan dalam penciptaan manusia sudah nampak jamak atau lebih dari satu (Kejadian 1: 26) bagaimana ini bisa terjadi dari tunggal menjadi jamak pasti ada yang tersembunyi belum dibukakan oleh Tuhan, sesuatu yang tersembunyi itu ada dalam Amsal 8:22-36 dan Amsal 3: 19-20 sehingga dalam Kejadian: 1:26 kata “kita “ itu adalah kebenaran dalam firman Amsal 8:22-36 dan Amsal 3: 19-20, karena sebelum menciptakan manusia Tuhan YAHWEH menciptakan Putra tunggal-NYA sehingga yang ada lebih dari satu Tuhan ketika menciptakan manusia, sedangkan Roh Kudus belum diturunkan kedunia untuk menerangi manusia karena belum ada manusia.
    Putra-NYA mulai dinyatakan dalam Perjanjian Baru tidak nampak oleh mata dalam Perjanjian Lama, hal ini perlu direnungkan, dipikirkan, dan meminta Tuhan Yesus menerangi dengan mengirimkan Roh Kudus-Nya, karena banyak konsep Satu Tuhan Tiga Pribadi ada lagi konsep Tiga Pribadi Tuhan tapi satu Hakekat. Trinitas yaitu konsep yang digunakan oleh Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia, sedangkan konsep ketuhanan ada dalam Perjanjian Lama yaitu Tuhan yang disembah Abraham, Ishak, Yakub, . . .bangsa Israel yang bernama YAHWEH dengan demikian menurut penulis perlu membedakan antara konsep ketuhanan dan konsep keselamatan.
    Tuhan YAHWEH adalah Tuhan yang Tunggal karena DIA itu Esa, sedangkan konsep Trinitas ada pada perjanjian Baru dan Tuhan Yesus sendiri yang berbicara:
    Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)
    jadi Trinitas bukan konsep ketuhanan tapi sebuah konsep yang dipakai oleh Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia, jadi tanpa Tuhan Yesus manusia tidak akan sampai kepada BAPA disorga alias masuk neraka, jadi Trinitas bukan konsep ketuhanan tapi konsep menyelamatkan umat manusia, karena Putra telah diberi kuasa disorga dan dibumi dan tidak ada seseorang sampai kepada Bapa tanpa melewati Tuhan Yesus maka Tuhan Yesus berkuasa atas manusia dan Tuhan YAHWEH berkuasa atas Tuhan Yesus.
    Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. (P. Baru: I Korintus: 3:23
    4. Mengapa Bapa menciptakan Putra tunggal-Nya terlebih dahulu
    Tuhan YAHWEH itu Esa dan Dia itu Maha Kudus (Ulangan: 6:4, Yesaya: 54:5, II Raja Raja: 19:22, Yehezkiel: 39:7, Matius 6: 9).
    Karena manusia berdosa kehilangan kemuliaan Tuhan YAHWEH (Roma: 3:23), artinya manusia tidak bisa lagi melihat Tuhan karena manusia pasti akan mati demikian juga Tuhan tidak bisa melihat manusia kalau Tuhan melihat manusia manusia akan mati inilah arti kekudusan Tuhan YAHWEH yang disembah bangsa Israel seperti dalam firman dibawah ini, Keluaran: 33: 2-3, Keluaran: 33: 5, Keluaran: 33:17-23, Imamat: 16:1-2, Matius: 5: 8.
    Dengan kekudusan-Nya dia tidak bisa didatangi oleh manusia dan Dia tidak bisa mendatangi manusia karena manusia pasti akan mati dengan demikian tuhan menjadi tauhid alias tuli, buta dan bisu karena tidak bisa dihubungi dan diajak komunikasi, supaya Tuhan bisa diajak komunikasi oleh manusia maka Tuhan YAHWEH menciptakan Putra tunggal-Nya dengan Roh Tuhan YAHWEH yaitu Roh Kudus (Matius 1:18-21), baca juga Markus16:15-16, Yohanes 16:23-24, Yohanes: 15:7, Yohanes: 16:24, Yohanes: 16:23-24, Yohanes: 16:26 melalui Putra-NYA yang turun kedunia inilah komunikasi Tuhan YAHWEH dengan manusia, jadi Putra-NYA adalah gambaran Tuhan YAHWEH, karena kalau Bapa turun kedunia semua manusia akan mati, DIA Maha Tahu karena sebelum manusia diciptakan Tuhan YAHWEH terlebih dahulu sudah menciptakan Putra-Nya kelak untuk menolong manusia berdosa (Yohanes: 3:16; 10:15 ), dengan menyembelih Putra tunggal-Nya dikayu salib ini merupakan kasih nyata Tuhan YAHWEH akan manusia, baca P. Baru: Yohanes: 3:16-17,
    5. Yesus disebut Putra dan Yesus adalah Tuhan
    Supaya Putra-Nya bisa menggambarkan Kemuliaan BAPA (Yohanes 14:9-10 ; 14:7) maka Putra-Nya diberi kuasa atau otoritas atas manusia yaitu:
    a. Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius: 28:18)
    b. Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu: 1:18)
    c. Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melewati Aku” (Yohanes: 14:6; 10:25-30; 14:9-10 )
    d. Bapa telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,” (Yohanes: 5:22)
    e. Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati (II Timotius 4:1 Yohanes 5:22; Yohanes 5:27; P. Baru: Ibrani: 4:15; Yohanes 9:39)
    f. Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa ” (Matius: 9:6; Kisah para rasul 13:39; Lukas 5:24-25; Yohanes 8:24)
    g. Aku dan Bapa adalah satu. ” (Yohanes: 10:30)
    h. yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya (Matius: 12:18)
    Berdasarkan bukti firman diatas pengertian Putra bukan dalam pengertian manusia yang beranak pinak tapi pengertian kuasa atau otoritas Bapa yang diberikan Anak dan Bapa lebih besar dari Anak, jadi kalau kita berbicara mengenai Putra dalam arti ketuhanan adalah KUASA bukan pengertian Tuhan beranak pinak, kalau tuhan tidak punya kuasa sebaiknya kita tinggalkan saja.
    Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. (I Korintus: 4:20)
    Baca Yohanes14:28, Daniel: 7:13-14, I Korintus: 6: 14, P. Baru: I Korintus: 3:23, Matius: 9:8. Yesus disebut Tuhan karena Roh yang ada pada Yesus adalah Roh Kudus yaitu Roh yang berasal dari BAPA, jadi Roh yang ada pada Yesus Roh Kudus bukan Roh dari manusia seperti nabi-nabi inilah perbedaan Tuhan Yesus dan nabi seperti firman dibawah ini.
    . . ., ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (P. Baru: Matius: 1:18), Baca juga Lukas: 1: 34-35, Yohanes: 20:17, Yohanes: 1:13-14
    6. Trinitas adalah sebuah konsep Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia
    Secara garis besar Trinitas itu kesatuan antara Bapa, Putra dan Roh Kudus kesatuan ini diikat dalam satu kesamaan Roh dimana Roh yang ada pada Tuhan Yesus adalah Roh Kudus yang berasal dari Bapa. Konsep Trinitas inilah yang dipergunakan oleh Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian yang menuju pada hidup yang kekal. Dalam Perjanjian Lama semua penebusan dosa menyucikan bait Tuhan menggunakan darah hewan yang dipotong dan darahnya dipercikan seperti ditulis dalam Kejadian: 4:4, 8:20; Keluaran 29:36, 30:10, 12:23, 24:5-6I; mamat 17:11; 8:14-15, 9:3-4, 16:5, 16:11, 16:15; Ibrani 9:22; II Tawarikh 29:24; Ezra 6:17; Nehemia 10:33; Yehezkiel 40:39; Ibrani 13:11 semuanya dilakukan dengan penumpahan darah binatang, Tuhan YAHWEH bekerja dalam satu system yang tidak saling bertentangan dalam Perjanjian Baru pun DIA penebusan dosa juga menggunakan darah tapi darah yang digunakan adalah darah Putra-Nya bukan lagi darah hewan tapi Putranya sebagai dombah sembelihan Tuhan YAHWEH, karena awal mula Putra-Nya ada didalam kerajaan sorga dalam wujud Roh sama dengan wujud Bapa dalam Roh, sedangkan Roh tidak mempunyai darah supaya Roh mempunyai darah maka Putra-Nya diturunkan ke dunia dalam wujud manusia dengan cara Roh Kudus itu dimasukan kedalam kandungan seorang perawan yang bernama Maria dan dia melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yesus Matius 1:18-20; Yohanes: 3:13. Dengan demikian Roh Kudus sudah mempunyai wujud sama seperti manusia yang mempunyai daging dan darah, dengan darah Tuhan Yesus inilah dosa kita ditebus 100%, kalau Tuhan Yesus tidak turun sebagai manusia maka tidak ada penebusan dosa karena hukum Tuhan YAHWEH semua penebusan Dosa menggunakan darah.
    keselamatan yang bersal dari Bapa seperti dalam firman Markus16:15-16, I Yohanes: 1:7.
    Untuk menguatkan firman diatas dan membuktikan bahwa kepribadian BAPA sama dengan kepribadian Anak maka baca juga P. Baru: Yohanes: 8:46, Yohanes 14:9-10, P. Baru: Yohanes: 5: 30, P. Baru: Matius: 26:39, P.Lama: Yesaya 42:1, P. Baru: Lukas: 23:46, P. Baru: Matius: 3: 16-17, sehingga yang ada bukan satu Tuhan tiga pribadi atau tiga pribadi dalam satu hakekat, tapi Satu Tuhan Satu Pribadi karena kepribadian tiga oknum ini mempunyai Roh yang sama yaitu Roh Kudus yang berasal dari Bapa atau dari Tuhan YAHWEH maka kepribadian ketiga oknum ini pasti akan sama, pengertian dalam tiga oknum atau Trinitas ini adalah cara Tuhan YAHWEH menyelamatkan manusia seperti firman dibawah ini.
    Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)
    Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.( Markus16: 16)
    Dalam nama Bapa artinya Tuhan yang Kudus bernama YAHWEH yang disembah oleh Abraham, Ishak, Yakub, . . . bangsa Israel, dalam nama Anak artinya kita telah disucikan dan ditebus dosa-dosa kita oleh darah Tuhan Yesus dan didahi kita diberi tanda dengan tulisan nama Bapa dan Putra Wahyu 14:1, dalam Roh kudus artinya kita akan dibimbing oleh Roh menujuh pada seluruh kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias (karena kuasa Bapa lebih besar dari Anak) dan Yesus adalah Tuhan (karena Rohnya sama) dan Roh Kudus akan bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah baca juga firman Kisah Para Rasul: 2:38, Yohanes: 3:4-8, I Petrus: 1:23, Efesus: 1:14, Roma 8:15-16, berdasarkan firman ini jelas sekali Trinitas adalah sebuah konsep dari Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia, bukan sebuah konsep ketuhanan.
    Lebih jelas lagi silakan di download karena dalam buku ini lebih dijelaskan mengenai roh dalam diri manusia yang merupakan pondasi dasar dalam iman Kristen juga ada gambaran Trinitas dalam sketsa.

    Best Regard

    Ir.Johanes Sudarsiman
    (from Indonesia)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: